Mari Pertahankan Muntig Siokan

Mari Pertahankan Muntig Siokan

Tabel of Content [View]
Muntig siokan

Beberapa hari terakhir ini, masyarakat Sanur khususnya Desa Adat Intaran dihebohkan dengan rencana pembangunan pelabuhan LNG di kawasan hutan bakau Muntig Siokan. Pelabuhan ini rencananya akan menjadi tempat sandar kapal tangker pengangkut LNG dengan panjang sekitar 300 meter. 

Sebagaimana diketahui, LNG atau Liquid Natural Gas adalah energi bersih sebagai alternatif pengganti energi dari fosil yang tidak terbarukan dan berpotensi menyebabkan polusi udara. Bali, sebagai salah satu daerah tujuan wisata mulai melakukan usaha usaha konversi energi dari energi 'kotor' ke energi 'bersih' yang ramah lingkungan.

Paragraf kedua diatas tentu sesuatu yang indah dan patut didukung oleh segenap masyarakat Bali. Bagaimana pun LNG menjadi energi yang tak terbantahkan guna mencapai Bali yang hijau atau Go Green Bali.

Masalah muncul saat salah satu upaya penggunaan LNG itu dengan membangun pelabuhan LNG di kawasan wisata pantai Sanur. 

Selain sebagai kawasan wisata, Muntig Siokan dan sekitarnya juga merupakan paru paru kota Denpasar karena disana terdapat hutan bakau yang luasanya ratusan hektar. Pembangunan pelabuhan LNG ini tentu akan menggerus luas hutan bakau dan menjadi ancaman bagi biota laut yang menggantungkan hidupnya di kawasan bakau.

Muntig Siokan dan sekitarnya juga merupakan tempat hidupnya ratusan spesies ikan. Sebagaimana diketahui, sebagian penduduk Desa Adat Intaran selain menggantungkan hidupnya dari pariwisata juga bekerja sebagai nelayan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika ikan ikan yang menjadi sumber penghidupan masyarakan adat Intaran ikutan lenyap gara gara pembangunan pelabuhan LNG.

Sebenarnya pemerintah provinsi Bali sudah memiliki beberapa kawasan yang lebih cocok dibangun pelabuhan LNG. Kawasan pelabuhan Benoa misalnya. Di sana bisa dibangun pelabuhan berskala besar tanpa harus menganggu kawasan bakau dan pantai wisata.

Di sekitar pelabuhan Benoa juga sudah ada depo milik Pertamina yang merupakan penampung BBM untuk kawasan distribusi Bali selatan.

Masyarakat Desa Adat Intaran sudah dengan tegas menolak pembangunan LNG di kawasan Muntig Siokan. Saat ini sedang dilakukan upaya upaya konstitusional guna membatalkan rencana pembangunan pelabuhan ini. 

Semoga apa yang menjadi harapan Masyarakat Adat Intaran yang baru saja bisa bernafas setelah dua tahun 'dimiskinkan' oleh pandemi Covid19, bisa tercapai. Astungkara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar